banner 728x250
Berita  

Pencarian 5 Jurnalis Diperluas, Life Jacket Ditemukan

Operasi SAR di Selat Sunda melibatkan ratusan personel, kapal, helikopter, dan nelayan setelah delapan orang hilang kontak menuju Anak Krakatau

banner 120x600
banner 468x60

RuangJabar menyoroti operasi pencarian lima jurnalis bersama tiga awak speedboat yang hilang kontak di perairan Selat Sunda saat menuju kawasan Gunung Anak Krakatau. Upaya pencarian terus meluas setelah rombongan kehilangan komunikasi sejak Senin, 7 September 2026. Hingga perkembangan terakhir, petugas belum menemukan rombongan maupun kapal yang mereka gunakan, sementara sebuah life jacket yang ditemukan TNI AL masih menjalani proses identifikasi.

Rombongan tersebut berangkat dari kawasan Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, sekitar pukul 14.00 WIB untuk melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Lima jurnalis berada dalam kapal bersama seorang nakhoda, satu anak buah kapal, dan seorang pemandu.

banner 325x300

Kontak Terakhir Menjadi Petunjuk Awal

Informasi awal menyebut salah satu anggota rombongan sempat mengirimkan lokasi sekitar pukul 14.42 WIB. Komunikasi kemudian terputus dan keberadaan speedboat tidak lagi diketahui.

Titik terakhir tersebut menjadi salah satu dasar perencanaan operasi SAR. Petugas mulai menyisir jalur perjalanan dari Carita menuju kawasan Gunung Anak Krakatau, kemudian memperluas area setelah pencarian awal belum menghasilkan tanda keberadaan kapal.

Lima jurnalis yang berada dalam rombongan berasal dari beberapa media nasional dan internasional. Mereka adalah M. Bagus Khoirunnas dari ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari iNews, Firdaus Wajidi dari Anadolu Agency, dan Donal Husni yang bekerja sebagai jurnalis lepas.

Selain mereka, kapal membawa Warta sebagai nakhoda, Surakman sebagai anak buah kapal, serta Heriyanto sebagai pemandu. Total delapan orang masih menjadi fokus operasi pencarian.

Area Pencarian Terus Diperluas

Memasuki hari-hari berikutnya, tim gabungan meningkatkan skala operasi. Pencarian tidak lagi hanya berpusat di titik terakhir komunikasi, tetapi bergerak menuju perairan yang berpotensi menjadi jalur hanyut akibat arus dan angin.

Polda Lampung memperluas pencarian ke wilayah perairan Lampung untuk mengantisipasi kemungkinan kapal atau korban terbawa arus. Tim juga menyisir kawasan Pulau Sebesi hingga perairan sekitar Gunung Anak Krakatau.

Kepala Basarnas Mohammad Syafii menyebut kekuatan operasi berkembang dari tiga sektor pada awal pencarian menjadi enam sektor. Sebanyak 11 kapal dari berbagai unsur kemudian bergabung, termasuk kapal perang TNI AL, kapal kepolisian, serta armada SAR. Lebih dari 300 personel ikut terlibat dalam operasi.

Pencarian lewat udara juga berlangsung menggunakan helikopter. Drone ikut membantu penyisiran, terutama untuk menjangkau area yang sulit terlihat langsung dari kapal.

Data operasi Basarnas juga masih mencatat delapan orang dalam kecelakaan speedboat Selat Sunda sebagai korban yang berada dalam pencarian.

Presiden Perintahkan Pencarian Dimaksimalkan

Operasi kemudian mendapat perhatian langsung Presiden Prabowo Subianto. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyatakan Presiden telah meminta Kepala Staf TNI Angkatan Laut untuk membantu proses pencarian sejak laporan mengenai rombongan tersebut muncul.

TNI AL merespons dengan mengerahkan sejumlah kapal, termasuk KRI Leuser-924, KRI Kerambit-627, dan KRI Lepu-861. Kapal Angkatan Laut dari wilayah Banten dan Lampung juga ikut bergerak.

Pengerahan berbagai armada membuat penyisiran dapat berlangsung dari beberapa arah. Strategi tersebut penting karena Selat Sunda memiliki wilayah laut cukup luas, pulau-pulau kecil, serta arus yang dapat mengubah posisi sebuah objek dalam waktu relatif cepat.

Keselamatan personel tetap menjadi pertimbangan utama karena Gunung Anak Krakatau berada pada status Siaga. Otoritas menetapkan zona bahaya dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif.

Life Jacket Ditemukan di Perairan Anyer

Perkembangan penting muncul pada Kamis sore ketika KAL Anyer menemukan benda yang menyerupai life jacket berwarna oranye. Petugas juga menemukan sebuah pelampung berbentuk botol berwarna putih di sekitar lokasi tersebut.

Temuan berasal dari perairan barat Anyer, sekitar 20 nautical mile di timur laut Gunung Anak Krakatau. TNI AL membawa benda tersebut untuk proses identifikasi lebih lanjut.

Namun, aparat meminta publik tidak langsung menghubungkan benda itu dengan rombongan yang hilang. Peralatan pelampung merupakan barang yang umum digunakan di perairan sehingga kepemilikan harus melalui verifikasi.

Danlanal Banten Letkol Laut Wawan Subagyo Mardani menegaskan hasil identifikasi perlu ditunggu sebelum muncul kesimpulan. Pemilik kapal juga akan dimintai keterangan untuk mengetahui apakah bentuk dan jenis pelampung sesuai dengan perlengkapan yang berada di speedboat.

Nelayan Ikut Membantu Penyisiran

Operasi pencarian juga mendapat bantuan masyarakat pesisir. Warga sekitar Pantai Carita ikut bergerak dengan kapal lokal untuk menyisir sejumlah area yang mereka kenal.

Di Pulau Sebesi, sekitar 130 nelayan menerima informasi mengenai rombongan tersebut. Mereka diminta mengamati laut ketika menjalankan aktivitas mencari ikan dan segera melaporkan apabila melihat speedboat, barang terapung, atau objek mencurigakan.

Pengetahuan nelayan mengenai arah arus, pola angin, serta karakter perairan menjadi tambahan penting bagi tim resmi. Warga pesisir juga bergerak menuju kawasan Panaitan dan beberapa jalur yang memungkinkan objek terbawa arus.

Solidaritas turut muncul dari kalangan media. Organisasi wartawan di sejumlah daerah menggelar doa bersama, sementara keluarga korban terus menunggu perkembangan dari posko SAR.

Operasi SAR Akan Dioptimalkan Selama Sepekan

Basarnas memastikan operasi pencarian akan dioptimalkan selama tujuh hari sesuai pedoman pencarian dan pertolongan maritim internasional. Evaluasi akan berlangsung setiap hari berdasarkan hasil pencarian, arus laut, kondisi cuaca, serta petunjuk baru yang mungkin ditemukan.

Pencarian dari udara hingga Kamis belum menghasilkan pengamatan langsung terhadap kapal maupun korban. Meski demikian, operasi terus berjalan melalui sektor laut dan kawasan pulau di sekitar jalur pelayaran.

Kasus ini juga menarik perhatian media luar negeri, termasuk sejumlah media Malaysia. Besarnya operasi pencarian serta latar belakang rombongan yang sedang menjalankan tugas jurnalistik membuat perkembangan di Selat Sunda mendapat perhatian lintas negara.

Temuan life jacket memberi petunjuk baru, tetapi belum cukup untuk menjawab keberadaan delapan orang tersebut. Tim SAR masih harus memastikan keterkaitan benda dengan speedboat sekaligus meneruskan penyisiran wilayah laut.

Setiap informasi baru kini memiliki arti penting. Dengan dukungan kapal, helikopter, drone, TNI-Polri, Basarnas, dan masyarakat pesisir, fokus utama tetap sama: menemukan seluruh rombongan dan memastikan pencarian berjalan seluas serta seaman mungkin.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *