banner 728x250

7,2 Juta Menganggur, Mahasiswa Didorong Jadi Pengusaha

Menteri UMKM Ajak Mahasiswa Ciptakan Lapangan Kerja, Ekonom Beri Catatan

banner 120x600
banner 468x60

Wirausaha Dinilai Bisa Buka Lapangan Kerja, tetapi Bukan Satu-satunya Jawaban

RuangJabar – Isu ketenagakerjaan Indonesia kembali mendapat perhatian setelah jumlah pengangguran mencapai sekitar 7,2 juta orang. Menteri UMKM Maman Abdurrahman mendorong mahasiswa agar tidak hanya mengejar pekerjaan setelah lulus. Ia ingin generasi muda mulai melihat kewirausahaan sebagai pilihan karier.

Dorongan tersebut muncul ketika Indonesia masih menghadapi persoalan lapangan kerja yang cukup besar. Badan Pusat Statistik mencatat 154,91 juta orang masuk angkatan kerja pada Februari 2026. Dari jumlah tersebut, 147,67 juta orang tercatat bekerja. Tingkat Pengangguran Terbuka berada pada angka 4,68 persen.

banner 325x300

Data itu menunjukkan jumlah penganggur masih berada di kisaran 7,2 juta orang. Selain itu, sekitar 85,3 juta pekerja berada dalam sektor informal. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah mendorong penciptaan usaha baru.

Menteri UMKM Dorong Perubahan Pola Pikir

Maman menyampaikan gagasan tersebut dalam orasi ilmiah di Universitas Sumatera Utara pada Agustus 2026.

Menurutnya, mahasiswa sebaiknya tidak hanya memikirkan cara mendapat pekerjaan setelah menyelesaikan kuliah. Mereka juga perlu memiliki keberanian menciptakan usaha.

Maman melihat pola pikir tersebut penting karena sektor formal tidak mampu menampung seluruh angkatan kerja baru setiap tahun. Perguruan tinggi karena itu mempunyai peran strategis.

Kampus dapat menjadi tempat mahasiswa mencoba ide bisnis sejak masih kuliah. Mereka juga dapat belajar memahami pasar, pengelolaan usaha, hingga cara mencari pendanaan.

Maman bahkan mendorong kampus menjadi laboratorium dan inkubator untuk melahirkan pengusaha baru. Semakin banyak usaha berkembang, semakin besar pula peluang terciptanya pekerjaan.

Kampus Bisa Menjadi Inkubator Wirausaha

Perguruan tinggi sebenarnya memiliki banyak modal untuk membangun ekosistem bisnis.

Mahasiswa mempunyai akses terhadap riset, teknologi, dosen, komunitas, dan jaringan alumni. Semua unsur tersebut dapat mendukung proses membangun usaha.

Inkubator bisnis bisa membantu mahasiswa menguji gagasan sebelum masuk ke pasar.

Pendampingan juga dapat mencakup pengembangan produk, pemasaran, legalitas, serta pengelolaan keuangan. Pendekatan ini membuat kewirausahaan tidak berhenti pada mata kuliah.

Kementerian UMKM juga mendorong komersialisasi hasil riset perguruan tinggi. Pemerintah berharap hasil penelitian tidak hanya tersimpan sebagai dokumen akademik.

Ide yang memiliki nilai ekonomi dapat berkembang menjadi produk atau layanan.

Selain itu, pemerintah ingin memperluas pemanfaatan platform digital. Teknologi memberi peluang mahasiswa memulai bisnis dengan modal yang relatif lebih fleksibel.

Angka Pengangguran Tetap Perlu Dilihat Lebih Luas

Meski kewirausahaan menawarkan peluang, menjadikannya sebagai jawaban utama atas pengangguran juga memunculkan kritik.

Tidak semua lulusan memiliki kemampuan, modal, jaringan, atau karakter yang sesuai untuk membangun bisnis. Menjadi pengusaha juga membawa risiko yang berbeda dibandingkan menjadi pekerja.

Karena itu, persoalan pengangguran Indonesia 7,2 juta tidak cukup selesai dengan meminta mahasiswa membuka usaha.

Pemerintah tetap perlu memperluas lapangan kerja formal. Industri juga membutuhkan dukungan agar dapat menyerap lebih banyak tenaga kerja.

Kebijakan ketenagakerjaan harus menyentuh persoalan lain. Salah satunya adalah kesenjangan antara kemampuan pencari kerja dan kebutuhan perusahaan.

Riset sebelumnya bahkan menemukan banyak perusahaan kesulitan memperoleh kandidat yang sesuai. Persoalan muncul pada pengalaman kerja, keterampilan teknis, hingga kemampuan nonteknis.

BPS Catat TPT Sebesar 4,68 Persen

Data resmi memberikan gambaran yang lebih lengkap mengenai pasar kerja.

Menurut Badan Pusat Statistik, TPT pada Februari 2026 mencapai 4,68 persen. Angka ini turun 0,08 poin persentase dibandingkan Februari 2025.

Penduduk yang bekerja juga bertambah sekitar 1,896 juta orang dalam setahun.

Data lengkap ketenagakerjaan tersebut dapat dibaca melalui BPS

Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menjadi penyerap tenaga kerja terbesar. Jumlahnya mencapai sekitar 42,49 juta orang atau 28,78 persen dari penduduk bekerja.

Angka tersebut menunjukkan pasar kerja Indonesia terus bergerak. Namun, pertumbuhan jumlah pekerja belum otomatis menghapus tantangan ketenagakerjaan.

Wirausaha Membutuhkan Lebih dari Sekadar Motivasi

Mendorong mahasiswa menjadi pengusaha tentu memiliki nilai positif.

Namun, motivasi saja tidak cukup.

Mahasiswa membutuhkan keterampilan bisnis, modal, pasar, jaringan, dan pendampingan. Pemerintah serta kampus perlu memastikan dukungan tersebut tersedia.

Akses pembiayaan menjadi salah satu faktor penting. Banyak usaha baru kesulitan berkembang karena tidak mempunyai modal yang cukup.

Pelaku usaha pemula juga perlu memahami pasar.

Produk yang menarik belum tentu memiliki konsumen. Karena itu, mahasiswa harus belajar melakukan riset sebelum mengeluarkan modal besar.

Kemampuan digital juga semakin penting. AI, pemasaran digital, marketplace, dan media sosial membuka peluang usaha yang sebelumnya tidak tersedia.

Maman sendiri meminta mahasiswa lebih responsif terhadap perkembangan teknologi. Pemerintah melihat perubahan teknologi dapat menciptakan model bisnis dan pasar baru.

Lapangan Kerja Formal Tetap Penting

Meningkatkan jumlah wirausaha tidak berarti pemerintah dapat mengurangi perhatian terhadap pekerjaan formal.

Keduanya perlu berkembang secara bersamaan.

Usaha baru membutuhkan tenaga kerja. Perusahaan besar juga tetap menjadi penyerap jutaan lulusan setiap tahun.

Pemerintah karena itu perlu menciptakan iklim investasi yang mendukung ekspansi usaha. Pendidikan dan pelatihan juga harus menyesuaikan kebutuhan industri.

Kampus dapat mengambil posisi di antara dua kebutuhan tersebut.

Mahasiswa yang ingin bekerja perlu mendapat keterampilan sesuai kebutuhan pasar. Sementara mahasiswa yang ingin membangun usaha perlu memperoleh dukungan kewirausahaan.

Pendekatan seperti ini lebih luas daripada mendorong seluruh lulusan memilih satu jalur yang sama.

Pengangguran Butuh Solusi dari Banyak Sisi

Jumlah pengangguran Indonesia 7,2 juta menjadi pengingat bahwa persoalan tenaga kerja masih membutuhkan perhatian serius.

Dorongan Menteri UMKM agar mahasiswa berwirausaha dapat menjadi salah satu bagian dari solusi. Kampus juga memiliki potensi besar untuk melahirkan usaha baru.

Namun, kewirausahaan bukan satu-satunya jalan.

Penciptaan pekerjaan formal, peningkatan kualitas pendidikan, penguatan industri, serta penyelarasan keterampilan tetap memegang peran penting.

Pada akhirnya, mahasiswa perlu memiliki pilihan yang lebih luas. Ada yang membangun perusahaan sendiri. Ada pula yang mengembangkan karier sebagai pekerja profesional.

Tugas kebijakan publik ialah memastikan kedua jalur tersebut memiliki kesempatan untuk berkembang.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *